PEREMPUAN DARI BERBAGAI PELOSOK NUSANTARA
Tidak peduli apa yang kulakukan, mereka masih asyik terus dengan pekerjaannya. Perempuan renta namun perkasa yang kutemui sedang menyuburkan tanah gersangnya, saat aku dan beberapa teman dari Dephut melakukan kegiatan Hutan Kemasyarakatan Juli 2007 di Gunung Kidul, Yogyakarta, membuatku tersentak dan semakin menyadari betapa penting arti tanah sebagai alat dan aset utama untuk bertahan hidup bagi jutaan orang di Indonesia. Ada lagi perempuan yang diapit oleh anak dan temannya, nampak ceria sesudah pulang membawa hasil hutan di wilayah Gunung Kidul. Namun, mereka nampak agak malu-malu saat kufoto.
Yang Tua Yang Perkasa Membawa Pulang Hasil Hutan
Gunung Kidul, Yogyakarta Gunung Kidul, Yogyakarta
Atau lihat juga bervariasinya tatap mata dan raut wajah dua perempuan yang terbilang cukup tua yang kutemui di Desa Setulang, Malinau, Kalimantan Timur, Agustus 2007. Satu memperlihatkan rasa lelah sehabis pulang mengolah ladang, sementara satunya lagi sesudah menyelesaikan tugas menganyam topi dari sejenis daun dan memasak, masih tetap memperlihatkan senyum jenakanya.
Kelelahan Pulang Berladang Tetap Ceria Menjelang Senja
Desa Setulang, Malinau, Kaltim Desa Setulang, Malinau, Kaltim
Beberapa wajah unik menarik para perempuan penjuru juga disuguhkan di sini. Ada Ayu yang memang ayu, seorang penjual kartu pos di Pura Besakih, Bali, yang harus membanting tulang menghidupi diri dan keluarganya. Dia kutemui saat aku dan sahabatku Agung Ayu dengan gagah beraninya menapaki tingginya tangga-tangga Pura Besakih sampai menuju tingkat tertinggi, Pura Gelap pada April 2007. Tengok lagi seorang nenek yang pernah kutemui Mei 2007 dalam perjalananku menuju Toraja. Saat dia asyik mencuci piring di seberang warungnya, diam-diam aku mengambil fotonya. Yang terlihat darinya tatapan tajam, tegas dan berani.
Multi Peran Perempuan Tajam Menatap
Besakih, Bali Toraja, Sulawesi Selatan
Kemudian, kita beranjak ke Jambi. Ada dua foto unik yang kutemui. Pertama perempuan adat dari Desa Guguk, Jambi, yang terkenal dengan Hutan Adat Guguk-nya. Saat membawa hasil hutan dalam bakul keranjang yang digendongnya, dia bersedia berpose ketika kuminta. Terakhir, foto perempuan belia berusia belasan tahun yang nampak polos tapi sudah menggendong seorang anak. Dia kutemui saat aku dan beberapa teman berkunjung ke Desa Lubuk Beringin, Jambi. Dua foto ini kuambil pada Juni 2007.
Pulang Meramu Belia Menggendong Balita
Desa Guguk, Jambi Desa Lubuk Beringin, Jambi
Apapun raut yang diperlihatkan, bagiku mereka adalah para perempuan pemberani dari berbagai pelosok negeri, yang dengan caranya masing-masing berani menghadapi tantangan hidup.








your blog is very nice !
I would like to have so many visitors like you.How can you do that?